PJI Sulsel Sesalkan Sikap Kapolsek Wajo

6 Januari 2017 12:31
Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Abdullah Rattingan . (foto/inikata.com)

MAKASSAR,INIKATA.com – Menanggapi informasi adanya pengusiran wartawan saat melakukan tugas peliputan di Kantor Polsek Wajo yang diduga dilakukan oleh Kapolsek Wajo, Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, langsung angkat bicara.

Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Abdullah Rattingan mengatakan, dalam kasus tersebut PJI menyesalkan sikap kapolsek yang telah melakukan pengusiran. Padahal wartawan tersebut sedang melakukan aktivitas peliputan.

“Kami minta kapolsek memberikan klarifikasi ke media terkait dugaan pengusiran itu sebelum PJI mengambil langkah hukum sesuai yang diatur dalam UU Pers nomor 40 tahun 1999,” kata DoelBack saat dikonfirmasi IniKata.com.

Baca Juga: Skandal Mobil dan Moge Mewah Kapolsek Wajo, ACC dan LIRA Kaget

Lebih lanjut kata dia, Selama ini instansi kepolisian menjadi mitra kerja yang sangat baik bagi wartawan. Jangan sampai insiden ini membuat hubungan kemitraan kepolisian dengan wartawan menjadi renggang.

Ia juga mengimbau, kepada seluruh wartawan, khususnya anggota PJI diharapkan untuk mengenakan id card dalam setiap aktivitas peliputan khususnya dalam liputan terkait dengan kekerasan.

Sementara itu, pihak Polsek Wajo sendiri menepis jika terjadi pengusiran terhadap salah satu wartawan media cetak Makassar, Harlin.

Baca Juga: Wow! Hanya Kapolsek Wajo Yang Miliki Jeep Rubicon dan Moge Harley Davidson

Kapolsek Wajo, Kompol Choiruddin Wachid melalui Kanit Reskrim Polsek Wajo, Iptu Irvansyah mengatakan, persoalan ini ada kesalahpahaman antara wartawan dan Kapolsek sendiri.

“Pak kapolsek tadi tidak mengusir, hanya saja bapak menyuruh Harlin untuk menunggu di bawah saja, karena ada pemeriksaan di dalam terhadap tersangka penganiayaan,” kata Iptu Irvansyah.

Menurut Irvansyah, persoalan ini mesti diperbaiki jika ada kesalahpahaman komunikasi terhadap pihak kepolisian maupun pihak wartawan yang sementara menjalankan tugas profesinya selaku jurnalis.

“Polisi dan media itu adalah mitra, ini yang kita croscek karena ada kesalahpahaman tadi terjadi semoga ini bisa jadi pembelajaran buat kita, bapak berikan arahan di dalam ruangan, mungkin tak enak didengar sama yang lain,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, dari pengakuan Harlin, Wartawan Media Cetak yang mendapat perlakuan pengusiran mengatakan dirinya hanya menunggu di depan pintu penyidik Reskrim Polsek Wajo dengan maksud tujuan ingin mewawancarai korban penganiayaan setelah bertemu dengan Kapolsek.

“Saya tidak tahu apa masalah, karena saya hanya tunggu itu korban yang ditangani Polsek Wajo,” kata Harlin.

Baca Juga: Kapolsek Wajo Usir Wartawan Saat Liputan Kasus Penganiayaan

Menurut Harlin, saat dirinya berada di depan pintu, dalam ruangan itu pihak kepolisian dan korban hanya berdiskusi dan tak ada proses pemeriksaan penyidikan.

“Korban (Cl) didampingi pengacaranya sementara cerita sama kapolsek, pintu ruangan juga tidak tertutup. Saya juga tidak bikin apa-apa selain mendengarkan mereka berdiskusi,” jelasnya.