Kasihan … Karena Penghapusan BPJS Satu Warga Gowa Cari RS Yang Terima BPJS

3 Januari 2017 19:55
Warga Gowa Cari RS Yang Terima BPJS

GOWA, INIKATA.com – Penghapusan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Gowa menjadi sebuah polemik dan tanda tanya bagi warga Kabupaten GowaKabupaten Gowa. Sulawesi Selatan.

Pasalnya sejak Minggu 01 Januari 2017 pemerintah Gowa resmi menghentikan pelayanan atas kartu BPJS itu. Ironisnya, satu warga Gowa kebingungan mencari Rumah Sakit yang menerima BPJS tersebut.

Muhammad Nasar Abdullah mengaatakan bahwa, jika Pemerintah Gowa menolak BPJS, dia kebingungan jika harus menebus obat anaknya di Rumah Sakit Pelamonia Makassar. Padahal obat tersebut yang membuat anaknya itu bisa bertahan sampai sekarang.

Baca juga: Pemda Gowa Usulkan Penghentian Integrasi BPJS, Begini Tanggapan BPJS Makassar

“Obat itu bisa saya beli hanya di Rs Plamonia Makassar, kalau dihapus BPJS mauka lagi beli dimana, keluargaku kodong orang tidak mampu,” kata Nasar kepada IniKata.com, Selasa (3/1/2017).

Bahkan penyakit diderita anak kandung Nasar merupakan penyakit Mysthenia Grafis yaitu jenis penyakit yang kondisi bengkak bisa berbahaya jika terjadi di sekitar dada, penyakit itu dapat menyebabkan jantung tidak dapat berfungsi.

“Usianya anakku itu sekitar 23 tahun, dia seorang anak perempuan, dia hanya bisa bergantung pada itu obat. Kalau seperti ini bageman nasib anakku kodong,” haru Nasar sambil memperlihatkan obatnya.

Lanjut Nasar, putrinya tersebut sejak dua tahun terakhir ini telah mengidap penyakit, selain penyakit diderita anaknya, harga obat setiap sekali ia beli dibadrol seharga Rp1,5 juta rupiah dan hanya bermodalkan surat rujukan.

“Saya hanya membawa surat rujukan dokter dari rumah sakit Kalontala Gowa kartu BPJS kelas dua. Dua jenis surat ini membuat ia dapat dengan gratis menebus obat putriku di rumah sakit Pelamonia Makassar, Jadi tanpa BPJS saya bingung dan kewalahan jika harus kembali menebus obat tanggal 20 bulan ini,” bingunnya

Baca juga: Pasien BPJS yang Mau Operasi Ditolak RS Wahidin

Meski harus menebus gocek sebesar Rp 51.000 per bulan karena layanan BPJS kelas dua, Nasar mengaku lebih terbantu dibanding jika harus membayar harga obat anaknya itu sebesar Rp1,5 juta.

Nasar berharap, pemerintah kabupaten Gowa dapat melakukan kerja sama dengan rumah sakit di Kota Makassar. Agar warga Gowa yang berkeinginan berobat di Makassar bisa tetap gratis.(**)