Sikap Pihak Rutan Sidrap Mengundang Kecaman Warga Sidrap

2 Januari 2017 16:13
Tampak Napi Jufriadi dipeluk salah seorang keluarganya saat jenazah ibu kandungnya dibawa ke Rutan Sidrap. (Hasman Hanafi/inikata.com)

SIDRAP,INIKATA.com – Keputusan pihak Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sidrap yang tidak memberikan izin terhadap salah seorang Nara Pidana (Napi) Narkoba, Jufriadi untuk menjenguk terakhir ibunya yang meninggal dunia, mengundang reaksi dan kecaman warga Sidrap.

Karena pihak Rutan tidak memberikan izin untuk bertemu antara napi dan orang tuanya, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa jenazah ke Rutan sebagai pertemuan terakhir sebelum dimakamkan.

Sejumlah warga yang dimintai komentar terkait sikap pihak Rutan Sidrap itu, menilai sebagai suatu keputusan yang tidak memenuhi hak-hak napi dan melanggar hak azasi manusia, sehingga Kemenkumham wilayah Sulsel diminta untuk mengevaluasi kinerja Ka Rutan Sidrap yang dinilai tidak memahami aturan serta hak napi.

Menurut warga, alasan tidak diberikannya izin terhadap napi bertemu terakhir dengan jasad ibunya, karena Kepala Rutan, Mansyur, tidak ada ditempat dan berada di Makassar, merupakan alasan yang tidak logis. Bukankah dalam struktur organisasi ada yang namanya wakil atau pengganti Ka Rutan?.

“Setiap saat, Ka Rutan selalau ada, kan ada wakilnya atau apalah istilahnya yang dapat menggantikan posisi Ka Rutan kalau mereka keluar daerah dengan urusan dinas atau pribadi. Jadi alasan tersebut dinilai sebagai alasan pembodohan bagi masyarakat,”tegas salah satu komentar warga Sidrap dimedia sosial, Senin (2/1/2017).