Ini Karakter Pemerintahan Sukri-Tomy di Mata Akademisi

31 Desember 2016 20:38
Andi Alfina

MAKASSAR, INIKATA.com – Akhir tahun dan Tahun Baru selalu dimaknai sebagai momentum resolusi. Terdapat berbagai alasan untuk menilai dan mengukur secara objektif atas apa yang telah dan belum menjadi capaian dalam kurung waktu 12 bulan.

Tak terkecuali kinerja Pemerintahan Bulukumba. Berikut ini beberapa indikator yang cukup menguat pada satu tahun pemerintahan AM Sukri Andi Sappewali bersama Tomy Satria Yulianto sebagai Bupati dan Wakil Bupati  Kabupaten Bulukumba.

Menurut Andi Alfina, seorang akademisi kampus STKIP Bulukumba mengatakan, kedua orang ini selama Menjabat Selalu Menyempatkan Diri Menemui para Demonstran.

Sebagai mantan aktivis mahasiswa Tomy Satria Yulianto tidak pernah lupa, Bahwa menemui dan berdialog langsung bersama teman teman aktivis yang melakukan unjuk rasa bukanlah hal yang harus dihindari. Gaya komunikasi dan karakter kepemimpinan aspiratif ini menjadi indikator pemerintahan sangat pro rakyat.

“Rumah Jabatan Bupati selalu terbuka untuk Even yang melibatkan masyarakat,” kata Andi Alfina. Sabtu (31/12/2016).

Bupati Bulukumba, AM Sukri Andi Sappewali sangat konsisten dengan janji kampanyenya. Rumah Jabatan Bupati Bulukumba tidak lagi menjadi zona ekslusif di masa pemerintahannya. Kegiatan Zikir, Pelantikan Kepala Desa Serentak Dan beberapa kegiatan lain dimana masyarakat hadir berbaur di rumah jabatan menjadi indikasi bahwa pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba Ini selalu bersama masyarakat.

Jika dianggap tidak melanggar aturan dan tata kelola pemerintahan, kata Alfina, setiap aspirasi yang butuh penindakan cepat selalu di instruksikan untuk sesegera mungkin di realisasikan. Beberapa hal seperti mediasi dengan sengketa lahan sekitar objek wisata apparallang, penyegelan fasilitas publik seperti kantor desa dan sekolah diselesaikannya secara elegan tanpa harus meninggalkan jejak jejak kekecewaan dari kedua belah pihak.

Pola Managemen Jemput Bola yang diterapkan di pemerintahan ini sangat membantu masyarakat.

Dinas Catatan Sipil, Badan Pemerintahan Desa menjadi etalase pemerintahan ini pro rakyat. Proses perekaman E_KTP yang di lakukan dinas pencatatan sipil dinilai oleh masyarakat sangat tepat. Efisiensi waktu dan Biaya transportasi oleh warga tidak mesti lagi menjadi beban warga Bulukumba, itu terlihat dari antusiasme warga masyarakat dalam melakukan perekaman E_KTP di kantor-kantor desa mencapai tingkat persentase sekitar 89%, serta komitmen AM Sukri Andi Sappewali dalam hal peningkatan ADD desa yang 5 % menjadi 10 % untukpeningkatan kesejahtraan masyarakat desa tahun 2017 diterapkan

Peningkatan Layanan Kesehatan yang selalu  menjadi keluhan warga

Sistem pelayanan kesehatan yang selalu mendapatkan sorotan dan tanggapan negatif dari masyarakat Bulukumba selama ini, menjadi prioritas pemerintahan AM Sukri, Meski belum begitu nampak tetapi evaluasi yang secara kontinyu dilakukan dalam upaya perbaikan layanan kesehatan terus dilakukan. Terbukti saat ini seluruh puskesmas sudah mendapatkan dua unit ambulans sebagai bentuk pelayanan, 209 ribu masyarakat terkategori tdk mampu sudah terfasilitasi Jaminan kesehatan serta program Senyum, Salam dan Sapa yang mulai diterapkan mendapatkan apresiasi dari warga yang membutuhkan layanan kesehatan dirumah sakit. Hal ini menumbuhkan optimisme warga bahwa kedepan profesionalisme layanan kesehatan di Bulukumba bukanlah sekedar  angan-angan yang dijanjikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba

Dari beberapa hal diatas, sangat memungkinkan bagi warga masyarakat Bulukumba untuk menjadi jaminan kenapa pemerintahan ini harus dikawal secara bersama. Jangan lagi dimunculkan asumsi asumsi miring yang sangat spekulatif. Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba adalah produk demokrasi yang mendapatkan mandat mayoritas masyarakat Bulukumba. Oleh karena itu melakukan kontrol dan mengawal pemerintahan ini secara bersama adalah tanggung jawab seluruh warga masyarakat Bulukumba. (**)