Lailatul Ijtima, NU Sulsel Yasinan Atas Wafatnya KH Amin Harun

29 Desember 2016 22:14
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Anregurutta KH Sanusi Baco menyampaikan tausiah dihadapan peserta lailatul ijtima PWNU Sulsel

MAKASSAR, INIKATA.com-Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Anregurutta KH Sanusi Baco menyampaikan tausiah dihadapan peserta lailatul ijtima PWNU Sulsel, Kamis (29/12/2016) dikediaman Mustasyar NU Sulsel Prof Tahir Malik yang juga Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Makassar.

Menurut Gurutta Sanusi Baco, pertemuan ini sesungguhnya memiliki minimal 2 manfaat, yakni mendapatkan pahala dzikir begitu besarnya pahala dzikir, Nabi Muhammad Saw menggambarkan bahwsanya Allah memerintahkan Malaikatnya untuk mencari majelis dzikir yang mensucikan Allah, meminta ampun, berdoa untuk dimasukkan ke surga dan Allah menyampaikan kepada Malaikatnya bahwasanya Allah telah mengampuni seluruh dosa-dosanya dan akan memasukkannya ke dalam surga.

“Manfaat kedua dari aspek kemasyarakatan yakni terjalinnya silaturrahim sesama manusia, dimana Nabi bersabda “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjang umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.”

Selain itu Gurutta menghimbau kepada jamaah NU yang hadir untuk memberikan keselamatan kepada orang lain, sebagaimana apa yang dsampaikan Nabi Muhammad Saw yakni Muslim yang baik adalah orang yang dapat selamat dari lisan dan tangannya terhadap orang lain. Tambahnya.

Selain itu, panitia Lailatul Ijtima telah mengumunkan atas wafatnya salah satu Wakil Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Anregurutta KH M Amin Harun yang telah berpulang kerahmatullah tadi sore (29/12), sehingga pembacaan dzikir khas Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan dan pembacaan surah Yasin yang dipimpin langsung Katib Syuriyah NU Sulsel, KH Ruslan, dikhususkan kepada Almarhum.

Tampak hadir jajaran pengurus tanfidziyah NU Sulsel Arfah Shiddiq, Abd Rahim Mas P Sanjata, Arfin Hamid, Hasid Hasan Palogai, Dekan Fak. Teknik UIM Suradi, Wakil Dekan Fak. Pertanian UIM Herman Nursaman, dan Pengurus Lembaga dan Badan Otonom NU Sulsel.(**)