Catatan Buruk, LBH Makassar Sebut Polisi Bertindak Sewenang-wenang

27 Desember 2016 20:54
LBH saat menggelar jumpa pers

MAKASSAR, INIKATA.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menilai Pihak aparat Kepolisian gagal menegakkan Hak Asasi Manusia (HAM) bahkan bertindak sewenang-wenang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Devisi Informasi dan Dokumentasi LBH Makassar, David. Ia mengatakan, rata-rata laporan kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian adalah keluarga korban.

“Kami anggap reformasi birokrasi Kepolisian harus ada. Kami mencatat berdasarkan pengaduan yang diterima ada 15 kasus kekerasan aparat kepolisian,” ucap Davis di Kantor LBH Makassar, Jalan Pelita, Selasa (27/12/2016).

Lanjut dia, terdapat pola dan penahanan maupun penangkapan sewenang-wenang dilakukan pihak aparat kepolisian, bahkan tak sedikit penangkapan terhadap diduga pelaku tak sama sekali didampingi kuasa hukum.

“Kebanyakan dari mereka ditangkap tidak manusiawi, misalnya datang kerumah pada malam hari. Memaksa masuk, memanjat pagar,” jelasnya

Bahkan ada beberapa kasus yang ditemukan oleh pihak LBH Makassar sendiri seperti polisi melakukan penangkapan tanpa menunjukan surat perintah. LBH menganggap aparat juga tidak transparan terhadap keluarga korban. Seringkali keluarga tidak mengetahui kemana mereka akan dibawa.

Tak hanya itu, David menilai aparat juga telah sewenang-wenang selama proses pemeriksaan. “Ada laporan masuk ke kami, saat proses interogasi korban di siksa secara tidak manusiawi. Contohnya kepala ditutup dengan kain kemudian disiram air kebagian wajah, sehingga korban sesak. Tak hanya itu, dari hasil investigasi kami, pola-pola penyiksaan yang masih sering dipakai adalah disetrum, diancam dengan senjata api, dicambuk,” tambah David.

Dalam cacatan LBH Makassar sendiri sebanyak 21 tindakan penembakan, 7 diantaranya ditembak pada bagian kaki, penyiksaan bahkan satu ditembak secara brutal, 2 diancam menggunakan senjata api.

“Setidaknya terdapat tiga kasus yang ditangani oleh LBH Makassar yang menunjukan indikasi aparat kepolissian melakukan pemerasan terhadap terduga pelaku tindak pidana,”jelasnya.(**)