Disebut Sidrap Sarang Narkoba,Pernyataan Kapolsek Maiwa Dinilai Tidak Cukup Bukti

26 Desember 2016 20:02
Ilustrasi narkoba jenis sabusabu

SIDRAP, INIKATA.com — Kapolsek Maiwa, AKP Ilyas Ardy pada saat melakukan sosialisasi di Desa Boiya, Kecamatan Maiwa, Enrekang, Senin (26/12/2016) terkait penyalahgunaan narkoba dan HIV/Aids yang menuduh Sidrap sebagai pintu gerbang masuknya narkoba diwilayah kerjanya, dinilai asal ngomong dan tidak cukup bukti.

Pernyataan tersebut, langsung memicu munculnya berbagai tanggapan miris dari masyarakat didaerah ini, dan meminta Kapolres Enrekang untuk memintai keterangan Kapolsek Maiwa terkait pernyataannya yang dinilai telah melecehkan daerah tetangga, Sidrap.

Ketua LSM Gerakan Anti Madat (Geram), Marin Fimah yang dihubungi melalui ponselnya, sesat lalu, mengatakan, seorang pejabat hukum, dinilai tidak etis menyalahkan satu daerah yang dapat memicu ketersinggungan warga atau sesama petugas lainnya.

Menurutnya, persoalan kasus hukum yang terjadi diwilayah kerjanya masing-masing, sebaiknya ditangani sendiri, jangan pernah menjadikan daerah lain dijadikan tumbal akibat ketidak mampuan menangani masalah yang terjadi didaerahnya, khususnya narkoba yang saat ini penggunaannya hampir merata diseluruh di Sulsel.

Sekedar diketahui, peredaran narkoba yang terjadi saat ini, hampir merata di Sulsel, sehingga masuknya narkoba diwilayah kerja Polres Enrekang, tidak bisa dipastikan barang haram itu berasal dari Sidrap, cuma kebetulan saja Sidrap dan Enrekang daerah perbatasan yang tidak menutup kemungkinan sumbernya dari daerah lain.(**)