Media Barat Tebar Berita Bohong Soal Aleppo? Ini Kata Rusia

26 Desember 2016 1:30
Kondisi Kota Aleppo setelah dibombardir. (Src: Reuters)

INIKATA.com — Jatuhnya Kota terbesar kedua di Suriah, Aleppo, menyisakan sebuah pertanyaan akan maraknya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap Anak anak dan Perempuan, setidaknya, kekerasan terhadap mereka menjadi viral seiring peperangan yang berlangsung beberapa pekan lalu.

Banyak media yang diketahui dimiliki negara Barat seperti AS (CNN, BBC, Reuters dan seterusnya), dan Koalisi AS di timur tengah (Timteng) Arab Saudi (Al-Arabiya) dan Qatar (Al-Jazeera) kerap menyiarkan berita kekejian tentara Suriah dan Rusia yang kala itu membombardir Kota Aleppo, tapi adakah itu berita yang benar dan tanpa maksud apa apa?

Baca Juga: Tuduhan Pembunuhan Dubes Rusia Mengarah Ke AS, Gedung Putih: Itu Palsu

Media barat dan Koalisinya di timteng bahkan dijadikan acuan untuk mendesak PBB melakukan rapat mendesak, dan membahas krisis kemanusiaan di Aleppo, selain itu persatuan liga arab pun menjadi mendesak ketika berita tersebut beredar dan marak.

Komisi HAM PBB sendiri mengatakan telah menerima sejumlah laporan tentang kekejian tentara Suriah yang membunuh 83 warga sipil, termasuk 11 wanita dan 13 diantaranya anak-anak di Aleppo dalam waktu 24 jam.

Namun, oleh Rusia, berita itu diklaim sebagai berita bohong,” Semua berita dari negara Barat tentang video rekaman serangan udara Rusia, pasukan pembunuh, dibuat oleh kaum militan yang sudah biasa membuat film,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov, seperti dilansir Sputnik News, pekan lalu dan dikutip Senin dini hari (26/12/2016). Foto dan video itu kebanyakan adalah rekayasa.

Pasalnya, Organisasi kemanusiaan independen hingga saat ini tidak bisa memastikan kebenaran kabar yang mengatakan segala kekejaman tentara Suriah di Aleppo Timur. hal itu justru menguntungkan Posisi AS dan Sekutunya di Timteng.

Baca juga: Sadis, ISIS Rilis Video Bakar Hidup Hidup Dua Tentara Turki

Hal itu juga berdasar, dari Koalisi yang di galang oleh AS untuk menguasai Suriah tidak bisa mengalahkan Rezim Al-Assad melalui jalur militer di Aleppo, hingga peran media sangat dibutuhkan untuk menarik simpatik dunia, hingga Assad dikenal sebagai Rezim keji, dan dengan muda AS bersama koalisinya mampu menguasai Suriah.

” Media Barat menyebarkan kebohongan tentang situasi di Aleppo secara terorganisir. Internet dibanjiri video memperlihatkan ‘pesan terakhir warga’. Semua itu dibuat dengan kamera ponsel seperti laporan Aljazeera. Tapi mengapa mereka berbuat itu?” tulis Alexander Khrolenko, jurnalis dan pengamat politik Rusia yang menulis untuk RIA Novosti.(**)