Kita Terpaku Membeli Hadiah Mewah, Tapi Abai Terhadap Mereka Yang Terpinggirkan

25 Desember 2016 17:28
Paus Fransiskus di Malam Misa Natal : Foto Reuters

VATIKAN — Paus Fransiskus mengeluarkan perkataan, makna hari raya Natal telah disandera oleh kepentingan “Materialisme” ketimbang kerendahan hati dalan menyambutnya.

Kelaparan, Kemiskinan, bahaya di jalur pengungsi, dan teror bom yang saat ini masih terjadi, terutama di Aleppo Suriah menjadi sebuah kenyataan pedih yang dihadapi rakyat dunia.

Dia melanjutkan ,Obsesi membeli hadiah, makanan, dan semua yang terkait dengan diri sendiri, lebih marak terjadi menjelang Natal. Umat, lanjut dia, perlu untuk lebih rendah hati.

Paus Fransiskus di Malam Misa Natal : Foto Reuters

Paus Fransiskus di Malam Misa Natal : Foto Reuters

“Hari ini sikap acuh tak acuh semacam itu dapat kembali terjadi jika Natal hanya sekadar perayaan belaka, sehingga rasa syukur terhadap Tuhan kerap dikesampingkan, kita lebih terpaku membeli hadiah mewah, tetapi abai terhadap mereka yang terpinggirkan”.Katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/12/2016) waktu setempat.

“Jika ingin merayakan Hari Natal yang sesungguhnya, kita harus merenungkan kalimat ini: Tuhan selalu ada di tiap kehidupan kita,” Lanjut Paus.

Dalam misa, Paus Fransiskus bahkan mengatakan bahwa Tuhan kerap dikesampingkan dalam perayaan Natal karena Hari Natal sudah “tersandera” materialisme.

Paus Fransiskus terus mendesak dunia agarbrasa kasih terus diberikan terhadap para pengungsi. Dia juga mengingatkan bahwa Yesus adalah seorang pengungsi.

Dalam misa yang dihadiri 10.000 orang, termasuk para kardinal dan uskup, Paus Francis mengatakan banyak negara maju yang harus diingatkan bahwa makna Hari Natal adalah kerendahan hati, kesederhanaan, dan misteri.

Misa natal Juga di adakan dengan pengawalan ketat kepolisian, bahkan setiap umat yang hendak masuk di periksa menggunakan detektor logam, hal itu menyusul banyaknya teror menjelang Natal yang melanda dataran Eropa.(**)