Pesan Menag Pada Perayaan Natal 2016

24 Desember 2016 20:15
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (foto: mkd)

JAKARTA– Tanggal 25 Desember diperingati sebagai Hari Natal oleh Umat Kristiani. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berpesan agar perayaan Natal diselenggarakan dalam suasana kesederhanaan.

Menurutnya, perayaan Natal harus dapat dijadikan momentum bagi umat Kristiani untuk bisa lebih meningkatkan kualitas kehidupan beragama sesuai nilai dan ajaran yang diyakininya. Sebab, peningkatan kualitas beragama menjadi modal penting bagi pembangunan bangsa yang majemuk.

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa religius dalam segala bentuk keragamannya. Menag berharap semua pihak dapat mengedepankan sikap saling menghormati dan bertoleransi. Di tengah keberagaman, sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan sangat diperlukan, terutama untuk merawat kerukunan dan kedamaian.

Baca juga  :  Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolda Sulsel Pimpin Oprasi Lilin 2016

“Untuk itu, kita hormati saudara-saudara kita yang tak mengucapkan ‘Selamat Natal’atas dasar pemahaman keyakinannya, sebagaimana kita juga hormati mereka yang mengucapkannya,” ujar Menag Lukman, di Jakarta, Sabtu (24/12).

“Kita berlapang dada menghormati umat Kristiani yang merayakan Natal, sembari berharap mereka juga dengan penuh kesadaran menghormati sesama saudaranya yang tak merayakan Natal,” tambahnya.

Bila semua anak bangsa saling menghormati, saling memberi kehormatan kepada yang lain, maka semua akan mendapatkannya. Sebaliknya, bila yang terjadi adalah sikap saling menuntut untuk dihormati, akan muncul pertanyaan tentang siapa yang memberi dan siapa yang mendapatkan.

Baca juga  :  Antisipasi Teroris di Sulsel, TNI-Polri Kerja Maksimal Jelang Natal

“Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Memberi lebih baik dari pada menerima apalagi meminta. Marilah berlomba dalam kebajikan,” harapnya.

Kepada umat Kristiani yang merayakan Natal, Menag mengatakan, “Selamat bersuka cita dan berbahagia. Namun tetaplah dalam kesederhanaan dan taburlah kebaikan.”