Tuduhan Pembunuhan Dubes Rusia Mengarah Ke AS, Gedung Putih: Itu Palsu

23 Desember 2016 3:07
Gedung Putih Amerika Serikat.(Src: Sergio Caltagirone/Wiki)

WASHINGTON – Tuduhan atas dalang penembakan Dubes Rusia untuk Turki di Ankara mengarah kepada Pemerintah Amerika serikat (AS), hal itu menyusul setelah pemerintah Turki menyebut Ulama Fethullah Gulen yang menjadi dalang dari otak pembunahan Dubes Rusia Andrei Karlov.

Eksekutor pembunuhan Andrei Karlov sendiri bernama Mevlut Altintas yang disebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai pengikut Fethullah Gulen, Fethullah Gulen sendiri berada di Pensylvenia saat kejadian naas itu.

Kedekatan AS dengan Fethullah,saat Turki mengaku kerap menyuruh AS untuk melakukan Ekstradisi terhadap Fethullah yang di cap sebagai teroris, namun AS tidak menanggapi serius.

Baca: Putin Kejar Dalang dibalik Tewasnya Dubes Rusia di Ankara

Departemen Luar Negeri AS John Kirby kepada wartawan mengaku hal itu sebagai tuduhan yang tidak memiliki dasar sama sekali, bahkan dia mengaku geli mendengar kabar tersebut.

”Ini klaim menggelikan, benar-benar palsu, tidak ada dasar kebenaran apapun di dalamnya,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby kepada wartawan.

Dia menambahkan tuduhan yang mengarah ke AS saat pembunuhan Dubes Rusia yang terjadi di Turki, di sebuah Galeri seni merupakan tuduhan yang sangat konyol. ”Setiap gagasan bahwa AS dengan cara apapun mendukung hal ini bahkan secara tidak langsung terlibat, benar-benar konyol,” ucap Kirby, seperti dikutip Russia Today, Kamis (22/12/2016).

Baca: Pasca Tewasnya Andrei Karlov, Dubes AS di Turki Diserang Pria Bersenjata

Fethullah Gulen sendiri dikenal sebagai ulama yang berpengaruh di Turki, yang awalnya memiliki hubungan dekat dengan Erdongan, namun belakangan bermusuhan, Erdogan menilai Fethullah telah membangun negara “paralel” di Turki.(**)