Dubes Rusia Tewas ditembak Mati, Erdogan-Putin Sebut Ada Provokasi

20 Desember 2016 20:30

ANKARA — Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan ia dan rekan nya Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat bahwa pembunuhan utusan Moskow untuk Turki adalah tindakan provokasi oleh mereka yang hendak untuk merusak hubungan antara kedua negara.

“Kami tahu bahwa ini adalah provokasi yang bertujuan menghancurkan proses normalisasi hubungan antara Turki dan Rusia,” kata Erdogan saat siaran televisi setelah percakapan telepon dengan Putin, seperti dikutip dari PressTv.

Andrey Karlov ditembak mati saat menyampaikan pidato pada pembukaan pameran foto dijuluki “Rusia di mata Turki”, Senin.

Erdogan menambahkan bahwa hubungan antara Turki dan Rusia yang sangat penting bagi kawasan dan bahwa mereka yang bertujuan untuk merusak hubungan ini tidak akan pernah berhasil.

Awal musim panas ini, Ankara dan Moskow menyetujui normalisasi hubungan mereka setelah sempat memburuk setelah tahun lalu menembak jatuh sebuah jet Rusia oleh Turki atas Suriah.

‘Serangan yang bertujuan untuk menyabotase hubungan, upaya perdamaian Suriah’

Putin juga mengatakan bahwa pembunuhan itu adalah “provokasi” yang bertujuan menyabotase hubungan pemanasan antara Rusia dan Turki dan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi krisis di Suriah.

“Kejahatan yang dilakukan adalah tanpa ragu provokasi yang bertujuan mengganggu normalisasi hubungan Rusia-Turki dan mengganggu proses perdamaian di Suriah yang sedang aktif maju oleh Rusia, Turki dan Iran,” kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Hanya ada satu jawaban untuk ini – meningkatkan perang melawan terorisme, dan para bandit akan merasakan ini,” tambahnya.(**)