Korut Sebut AS Dalang Krisis Nuklir Asia Timur

20 Desember 2016 1:32
ilustrasi. (Src: int)

JAKARTA — Korea Utara (Korut) melalui Duta Besar Luar Biasa An Kwan Il, menyebut Amerika Serikat sebagai dalang krisis Nuklir di Asia Timur.

Hal itu berdasar pada ribuan pasukan dan pengarahan sistem pertahanan anti rudal yang dibuat Amerika Serikat di Korea Selatan, disebut Kwan Il sebagai penyebab krisis nuklir di Asia Timur.

“Selama ini isu nuklir Korea Utara yang disebut sebegai ancaman di kawasan bahkan global, Justru AS dan kebijakannya dikawasan yang menjadi pemicu krisis nuklir di Asia timur.”Kata Kwan Il saat mendatangi seminar di FISIP UIN Syarif Hidayatullah, didepan Mahasiswa, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Selain itu, Kwan Il menilai Ambisi Amerika Serikat untuk mendominasi Asia Pasifik menjadi alasan utama bagi Korut untuk tetap membangun senjata nuklir untuk mempertahankan diri, apalagi selama ini kata Kwan Il Amarija secara politik tidak mengakui kedaulatan Pyongyang.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri di Aden Tewaskan 40 Tentara Yang Sedang Antri Ambil Gaji

Dari sisi ekonomi, lanjut Kwan Il, Amerika Serikat memberi sanksi ekonomi terhadapnya, hal itu dikarenakan Amerika Serikat ingib menggulingkan sistem politik di Korea Utara.

“Semua itu dilakukan AS karena Sistem Politik tidak sesuai keinginannya (AS, red),”jelasnya.

Kwan Il melihat dari gaya politik Amerika Serikat yang membangun koalisi dengan Korsel serta Jepang, bahkan Korut menilai bahwa AS telah membangun senjata nuklir di Korsel untuk menyerang Pyongyang.

Sebab, AS dimata Kwan Il memanfaatkan krisis di Amerika Serikat unruk terus mendekati Korsel, hal itu kata Kwan Il, dilihat dari pemimpin Korsel yang tidak berani menyerang Korut, olehnya Korut selalu membutuhkan bantuan negara lain seperti AS untuk bertahan.

Olehnya, Kesimpulan Kwan Il, satu satunya cara untuk menghentikan krisis Asia Timur dengan menghentikan dominasi Amerika Serikat di Asia timur, dengan cara menarik seluruh pasukannya di kawasan tersebut.(**)