Divonis 10 Tahun, Tersangka Penembakan Ini Ajukan Banding

14 Desember 2016 17:29
Briptu Chaswan Abdullah tersangka penembakan anggota Kompi Senapan B Yonif 721/Kodim 1401 Majene, mengajukan banding setelah divonis 10 tahun penjara

MAKASSAR, INIKATA.com – Briptu Chaswan Abdullah tersangka penembakan anggota Kompi Senapan B Yonif 721/Kodim 1401 Majene, Prada Yuliardi, Rabu (14/12/2016) menjalani sidang pembacaan vonis hukuman.

Dirinya di vonis oleh Hakim Ketua Kristijan Djati di Pengadilan Negeri Makassar, bahkan Briptu Chaswan Abdullah akan menjalani hukuman selama 10 tahun penjara sebab terbukti melanggar Pasal 338 KUHP.

Anehnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan hukuman selama 12 tahun penjara lebih tinggi dari hakim ketua selama 10 tahun.

“Terdakwa dengan sah menghilangkan nyawa seseorang dengan sengaja. Tindakan yang dilakukan oleh terdakwa juga bukan untuk pembelaan pada saat kejadian,” kata Hakim Ketua, Kristijan Djati, Rabu (14/12/2016).

Menurut dia, pada saat kejadian penembakan terjadi di Majene beberapa pekan lalu, terdakwa seharusnya melumpuhkan, bukan menghilangkan nyawa korbannya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmawati Azis menambahkan meski vonis terhadap Briptu Chaswan Abdullah lebih rendah jika dibandingkan tuntutan, JPU menganggap hal tersebut sudah sangat layak.

Terpisah, pengacara Briptu Chaswan Abdullah, Amrullah SH akan mengajukan banding. Dia mengaku pihaknya mengajukan banding karena saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sesuai dengan tuntutan maupun replik.

Selain terbukti secara sah menghilangkan nyawa seseorang, Briptu Chaswan Abdullah diberikan karena tidak adanya niat baik dari terdakwa untuk meminta maaf kepada keluarga korban usai menghilangkan nyawa Prada Yuliardi.(**)

Baca juga  :  Pabrik Tahu Turun ke Sungai Akibat Tanah Ambles di Pangkep